Minggu, 04 September 2016

Sistem Kerja Generator

Generator


Generator adalah sebuah mesin yang merubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
Generator juga merupakan salah satu jantungnya kehidupan dikapal, karena generator adalah sebuah mesin yang menghasilkan tenaga listrik

Biasanya diesel generator tergolong dalam jenis mesin diesel high speed, karena generator ini harus mampu memutar beban yang besar, contohnya memutar stator pada alternator pembangkit listrik, maka diperlukanlah tenaga yang sangat besar. 
 

Adapun proses kerja siklus motor bakar empat langkah dapat diuraikan
     sebagai berikut:
1.Langkah Hisap (suction/intake stroke).
     Pada langkah ini piston bergerak dari titik mati atas menuju titik mati bawah. Katup hisap terbuka sehingga akibat kevakuman yang terjadi dari ekspansi volume pada ruang bakar maka udara dari luar dapat masuk ke dalam ruang bakar melalui katup hisap yang terbuka. Pada motor bakar yang dilengkapi dengan turbocharger maka udara yang masuk ke ruang bakar akan lebih banyak lagi dikarenakan adanya dorongan dari sisi tekan compressor wheel pada turbocharger.
Langkah Kompresi (compression stroke).
Setelah piston mencapai titik mati bawah maka arah piston akan berbalik menuju kembali ke titik mati atas, hanya saja pada langkah ini tidak ada katup yang membuka. Sebagai akibat dari mengecilnya volume ruang bakar maka udara yang ada di dalam ruang bakar menjadi terkompresi. Dengan kompresi rasio yang berkisar antara 19 : 1 sampai 23 : 1 maka pengkompresian udara pada ruang bakar akan menghasilkan panas kompresi (heat compression) yang tinggi (kurang lebih berkisar 1000 oF). Beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas bahan bakar solar di-injeksikan melalui nozle ke dalam ruang bakar, penginjeksiannya harus menggunakan tekanan yang tinggi sehingga solar yang di semprotkan ke dalam ruang bakar berubah menjadi butiran-butiran cairan solar yang sangat halus seperti kabut. Pada saat solar disemprotkan maka campuran antara solar dan udara di dalam ruang bakar mulai terbakar akibat terkena panas yang dihasilkan oleh heat compression.
Langkah Tenaga (power stroke)
     Proses pembakaran campuran solar dan udara terus berlangsung sampai piston mencapai titik mati atas dan selanjutnya kembali berubah arah kembali menuju titik mati bawah. Beberapa derajat (+ 10o) setelah melewati titik mati atas maka pembakaran yang terjadi telah sempurna sehingga dihasilkan ledakan yang tekanan ekspansinya memaksa piston untuk terus bergerak menuju titik mati bawah.
Langkah Pembuangan (exhaust stroke)
Setelah energi ledakan panas pada langkah power telah berubah bentuk menjadi energi mekanis maka sisa proses pembakaran yang ada harus dibuang. Proses ini terjadi ketika piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas dengan kondisi katup buang
membuka. Gas sisa hasil pembakaran di dorong keluar oleh piston melalui katup buang. Selanjutnya melalui mufler gas tersebut akan dilepas ke atmosfir. Kecuali untuk motor  bakar diesel yang diperlengkapi dengan turbocharger maka sebelum masuk ke dalam mufler gas tersebut masih dimanfaatkan untuk memutarkan sudu-sudu turbin pada turbin wheel.
 Demikian siklus ini terjadi secara terus menerus pada motor bakar
 

Fresh Water Generator



FRESH WATER GENERATOR
A. Prinsip Kerja Distiller

1. Pemindahan Panas

Panas akan mengalir dari bagian cairan yang bersuhu tinggi ke cairan yang bersuhu rendah, besarnya pemindahan panas tergantung dari:
a. Perbedaan suhu antara bahan yang memberi dan bahan yang menerima panas.
b. Luas permukaan dimana panas mengalir.
c. Koefisien penghantar panas dari bahan-bahan yang dilalui panas.

2. Penguapan dan Pengembunan

Bila panas diberikan pada cairan dan terus ditambahkan maka suhu cairan akan naik hingga suatu titik yang disebut titik didih dan bila sudah mencapai titik tersebut masih diberikan panas maka cairan akan mendidih dan menguap. Apabila kemudian uap tersebut dikumpulkan dan diberi pendingin akan terjadi penyerapan panas dari uap ke bahan pendingin dalam suatu proses pengembunan, uap akan kembali menjadi wujud cair.

3. Pengaruh Tekanan terhadap suhu titik didih
Pada tekanan udara 1 atmosftr air akan mendidih pada suhu 100° C, bila tekanan naik maka suhu titik didihnya juga naik, demikian juga sebaliknya. Air pendingin motor induk yang masih tinggi suhunya dimamfaatkan sebagai pemanas pada Evaporator, karena pada ruangan ini tekanan dikurangi dengan suhu 60° C air akan mendidih maka terjadilah pembentukan uap dan mengalir ke kondensor. Pada saat terjadinya penguapan akan mengakibatkan kenaikan kadar garam pada sisa air laut yang tidak sempat menguap dalam Evaporator yang disebut gas brein dan untuk menjaga terjaminnya batas-batas keadaan kadar garam Evaporator dilengkapi dengan ejector brein untuk membuang kenaikan brein tersebut sedangkan kondensat yang terjadi dalam kondensor oleh pompa kondensat dialirkan ke tangki air tawar.

B. Istilah-istilah

Didatam suatu pesawat Fresh Water Generator terdapat terdapat beberapa macam alat Bantu yaitu;

1. Evaporator

Alat ini terletak didalam pesawat Fresh Water Generator bagian bawah dan mempunyai bentuk pipa kecil dimana media pemanas yaitu steam dan air tawar pendingin mesin induk berada didalam pipa dan air laut sebagai media yang akan dipanaskan berada diluar pipa.

2. Deflector

Alat ini terletak diatas Evaporator yang berfungsi untuk menahan percikan-percikan air laut yang mendidih sehingga percikan tersebut tidak ikut bersama uap.

3. Condensor

Terletak diatas Deflector, bentuknya seperti cooler yaitu pipa-pipa kecil (spiral) yang didalamnya mengalir air laut yang berfungsi mengubah uap menjadi titik air sehingga menghasilkan air distilasi.

4. Air Ejector

Mempunyai bentuk seperti kerucut yang berfungsi menghisap udara yang berada dalam ruang pemanas dan didalam ruang pengembunan untuk divacumkam sehingga terjadi hampa udara.

5. Ejector Pump

Berada diluar pesawat Fresh Water Generator, alat ini berfungsi untuk memompakan air laut sebagai keperluan dari Ejector udara digunakan untuk proses kavacuman dan mengisap air laut untuk diubah/produksi menjadi air tawar.

6. Distillate Pump
Berfungsi untuk menghisap air distillate atau air sulingan yang sudah jadi dari Condensor kemudian dipompakan ke tangki-tangki penampungan air tawar.

C. Proses menjalankan (ON)

Pesawat ini dijalankan pada saat kapal full away, sebab pada saat olah gerak temperatur air pendingin mesin induk dan steam selalu berubah-ubah. Adapun proses menjalankan sebagai berikut:

1. Buka kran tekan dari ejector pump
Buka kran isap dari ejector pump
Buka kran supply air laut
Jalankan ejector pump
2. Bila Fresh Water Generator telah mencapai vacuum
3. Buka kran masuk feed water (air laut)
Buka kran keluar untuk pemanas (air tawar)
Buka kran masuk untuk pemanas (air tawar)
4. Buka kran air laut keluar kondensor Buka kran air laut masuk kondensor
5. Biarkan beberapa saat untuk memproduksi, setelah itu
6. Jalankan pompa distillate plant
Buka kran cerat (jangan dibuka penuh)
7. Hidupkan salinity meter / alarm
Putar perlahan-lahan indicator, air garam menuju batas maximun 2 ppm
Bila terjadi alarm turunkan indicator sampai lampu alarm mati dan lakukan untuk mencapai harga air garam 2 ppm
Bila sudah mencapai 2 ppm, tutup kran distillate pump
Catat angka yang tertera diflow meter air dan catat pula waktunya pada saat itu
8. Selesai

D. Kegiatan setelah Fresh Water Generator beroperasi

Yang perlu diperhatikan dalam memeriksa keadaan pesawat fresh water generator pada saat beroperasi adalah:

1. Manometer tekanan pada pompa ejector
2. Temperatur inlet dan outlet water heatmg/pemanas
3. Temperatur inlet dan outlet air laut pada kondensor
4. Manometer tekanan pada pompa distilasi
5. Kadar garam pada salino meter
6. Kapasitas air tawar yang diproduksi yaitu pada flow meter dan tangki air minum
7. Kebocoran-kebocoran pada pompa
8. Penambahan zat kimia maxi vap (300 ml) pada aliran air laut yang menuju keevaporator agar proses penguapan mencapai maksimal

E. Proses Menghentikan (OFF)

1. Tutup kran sebelum flow meter catat angka yang tertera pada saat itu Matikan pompa distillate plant
2. Tutup kran pemanas masuk dan keluar evaporator
3. Tutup kran pendingin masuk dan keluar kondensor
4. Tutup kran supply air laut
5. Matikan pompa ejector
6. Tutup kran isap dan tekan air laut
7. Selesai

Keterangan

Pesawat ini dihentikan pada saat setengah jam lagi kapal akan olah gerak (stand by)
F. Gangguan yang timbul pada bagian-bagian Fresh Water Generator

1. Terjadinya penyempitan aliran dalam ejector
Ejector merupakan pesawat yang dipergunakan untuk memindahkan udara atau gas-gas yang tidak dapat dikondensasikan dari tempat vacuum. Dimana air yang tertekan dialirkan melalui sebuah nozzle yang ada dalam ejector dan mengakibatkan air yang keluar dari nozzle mempunyai kecepatan besar sehingga udara serta gas-gas yang tidak dapat dikondensasikan dari tempat vacuum dalam semburan air yang berkecepatan tinggi, air yang digunakan disini adalah air laut dimana air laut itu masih mengandung kotoran-kotoran yang terhisap oleh pompa sehingga bila dibiarkan secara terus-menerus akan mempersempit atiran pada ejector, ini jelas berpengaruh terhadap kevacuman didalam ruang. Ejector akan bekerja pada saat tekanan airnya tinggi, maka dengan rendahnya tekanan air yang masuk pada ejector sangat mempengaruhi produksi air tawar. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya ejector dilepas dan direndam dalam larutan kimia untuk beberapa saat lamanya, dan bilas dengan air tawar lalu bersihkan sisa-sisa kotoran pada ejector tersebut.

2. Pengaruh Pompa Ejector

Produksi air tawar yang menurun dapat juga diakibatkan oleh pompa ejector, ini disebabkan oleh tekanan pompa ejector yang turun, maka kecepatan air yang dialirkan berkurang, dalam usahanya menghisap udara ke evaporator dan kondensor akan berkurang sehingga pelaksanaan pemakuman tidak dapat dicapai dengan baik. Beberapa hal yang sering terjadi yaitu kebocoran remis packing sehingga memertukan penggantia dengan yang baru serta pembersihan saringan air laut.

3. Kebocoran / kotornya kondensor

Kondensor adalah alat untuk mengubah bentuk uap menjadi bentuk cair (air) dengan proses kondensasi dalam kondensor dengan menggunakan air laut sebagai media pendingin. Pada kondensor ini sering terjadi atau timbul kotoran yang diakibatkan oleh air laut itu sendiri yang dapat menimbulkan kerak-kerak pada saluran kondensor sehingga dapat menghambat proses kondensasi, bila dibiarkan terus-menerus dapat menimbulkan kebocoran.
Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya dilaksanakan pembersihan setiap 6 bulan sekali kalau perlu dilaksanakan penggantia zink.

4. Turunnya Suhu Air Pendingin Motor Induk

Yang penting dalam proses penguapan air yaitu tekanan dan temperatur. Untuk proses penguapan air akan lebih cepat apabila tekanan diturunkan dan temperatur panas dunaikkan.
Untuk mengatasi turunnya suhu air pendingin motor induk yang masuk ke evaporator dapat dilaksanakan dengan mengatur pembukaan kran masuk maupun keluar pada evaporator sampai penghasilan air tawar yang terlihat pada gelas duga sudah normal. Tapi secara hati-hati sebab dapat berpengaruh terhadap air pendingin yang masuk kedalam motor induk.pada saat olah gerak distillate harus dimatikan karena air pendingin motor induk suhunya berubah-ubah sehingga uap yang terbentukpun tidak sempurna.

5. Menurunnya produksi Fresh Water Generator

Penyebab menurunnya produksi air tawar diketahui oleh tergangunya system antara lain;
a. Terdapat kerak-kerak dibagian luar pipa evaporator sehingga penyerahan panas tidak sempuma
Pada pipa-pipa pemanas sering sekali terjadi pembentukan kerak-kerak yang terjadi diiuar pipa yaitu pada sisi air laut, air laut akan mendidih dan menguap diiuar sisi air pemanas dan mengakibatkan air laut banyak yang menempel pada pipa-pipa tersebut lama-kelamaan akan timbul kerak-kerak dibagian luar pipa dan akan menyebabkan berkurangnya kemampuan evaporator untuk menghasilkan uap.
b. Terjadinya Over Load
Terjadinya over load pada motor sehngga motor berhenti bekerja akibat beban berlebihan sehingga kegiatan supply air laut terhenti.
c. Terdapat Udara dalam Sistem
Udara masuk pada bagian hisap pompa sehingga dapat menghambat sirkulasi air akibat adanya udara sebagai penghalang.

G. Pemeliharaan yang harus dilakukan pada bagian-bagian antara lain:

1. Evaporator

Setiap 6 bulan sekali bagian dari pipa-pipa pemanas harus diperiksa dan dibersihkan dari kerak-kerak atau karat yang menempel melalui metode kimia.

2. Kondensor

Setiap 6 bulan sekali penutup kondensor dibuka dan pipa-pipa pendinginnya diperiksa dari kemungkinan pembentukan kerak-kerak serta dibersihkan.

3. Ejector

Setiap 6 bulan sekali nozzle dan diffuse (penyembur) dilepas dan diperiksa dari kemungkinan kerusakan, bila tersumbat dari kotoran supaya dibersihkan dan bila terjadi kerusakan segera diadakan perbaikan.

4. Strainer

Setiap 5 bulan sekali saringan dan pipa air pendingin dilepas dan dibersihka dengan air bertekanan

5. Distillate Pump

a. Gland packing
Setiap 3 bulan sekali diperiksa kondisi packing dari kebocoran bila pompa dijalankan kalau perlu diadakan perbaikan.
b. Setahunsekali diadakan pemeriksaan komponen-komponen pompa dari kerusakan dan korosi yaitu pada bagian imfeller, casing ring, shaft.

6. Menurunnya produksi Fresh Water Generator

a. Terdapat kerak-kerak dibagian luar pipa evaporator
Untuk menghilangkan dan menghancurkan kerak-kerak pada pipa-pipa dapat dilakukan dua metode yaitu:
1). Metode biasa (physical methode) meliputi:
a). Penyemprotan air atau angin dengan bertekanan pada pipa.
b). Menggunakan sikat atau menyekrap kerak.
2). Metode Kimia (chemical methode)
Pada methode pembersihan ini mempergunakan bahan chemical Achid powder dari Naleet yang dicampur dengan air tawar dengan perbandingan 1:10 atau 10% chemical dari jumlah larutannya.
Larutan kimia ini dituang dalam evaporator melalui lubang sigh glass sampai pipa-pipanya terendam. Waktu yang ditentukan untuk pembersihan tergantung pada ketebalan kerak.

b. Terjadinya Over Load pada Motor
Hal ini disebabkan oleh:
1). Bearing kelebihan panas, karena hubungan pada center motor dengan pompa tidak terpusat sehingga harus dilepas dan diganti.
2). Gland packing terlalu kencang dan poros sulit berputar, maka gland packing hams dilonggarkan dan diganti.
c. Terdapat udara dalam system Hal ini disebabkan oleh:
1). Kebocoran pada pipa hisap dan harus diganti atau diperbaiki dengan cara cara dilas.
2). Gland packing pompa terlalu longgar sehingga harus diatur atau dikencangkan.

6. Separator Shell

Setiap setahun harus diadakan pemeriksaan terhadap kotoran yang menempel pada bagian separator shell.

PUKP Astronomi



TATA KOORDINAT
* . Tata koordinat horizon : Dikatakan tersebut karena dalam penentuan posisi benda angkasa pada bola langit, bidang horizon sebagai bidang dasarnya .Dalam penentuan posisi suatu benda angkasa tata koordinat horizon menggunakan 2 unsur penting yaitu :
1.      Tinggi dari pd bintang ( Benda angkasa )
2.     Azimuth dari pada bintang ( Benda angkasa )

* . Tata koordinat equator : Dikatakan tersebut karena dalam penentuan posisi suatu bintang , menggunakan bidang  equator sebagai bidang dasarnya .
* . Tata koordinat ekliptika : Dikatakan tersebut karena dalam penentuan posisi suatu bintang, menggunakan bidang ekliptika sebagai bidang dasarnya.
Dalam penentuan posisi suatu bintang, Tata koordinat ekliptika menggunakan 2 unsur yaitu :
1.    Lintang astronomis
2.    Bujur astronomis

*. PARALAX
Paralax adalah Perbedaan arah dimana sebuah benda terlihat dari 2 titik yang berlainan.

*. Paralax datar ( po ) . Sudut yang di ukur dari benda angkasa jika melihat jari jari bumi di tempat penilik yang berada di cakrawali setempat.

*. Segitiga Paralax adalah segitiga bola dilangit yang sudutnya
Terdiri dari :
-  Titik zenith ( z )
-  Titik kutub langit
-  Benda angkasa ( Bintang ) yang bersangkutan .
Dan sisinya :
-  Busur meridian
-  Busur lingkaran declinasi bintang yang bersangkutan .
-  Busur lingkaran vertical bintang yang bersangkutan .

*. KOREKSI TINGGI UKUR BENDA ANGKASA
Koreksi tinggi ukur benda angkasa terbagi 2 :
1.      Koreksi pada pesawat sextan
a.     Koreksi Index
b.     Koreksi kaca berwarna
       
2.     Perbaikan tinggi benda angkasa .
a.     Lengkung sinar astronomis ( LSA )
b.     Penundukan tepilangit maya ( PTLM )
c.     Paralax dalam tinggi ( Po , Cos , ti )
d.     ½ Garis tengah benda angkasa ( ½ GT )

*. WAKTU PERHITUNGAN  /  DUDUK , LALU , LANGKAH
~ Matahari sejati =
matahari sesungguhnya yg dapat dilihat dan di rasakan panasnya oleh manusia .
~ Waktu sejati =
 waktu yang di atur berdasarkan peredaran matahari sejati .
~ Matahari menengah : =
sebuah matahari khayalan yang beredar dengan kecepatan tetap, hal ini berhubungan erat dengan adanya waktu menengah.
~ Waktu menengah =
 waktu yang diatur berdasarkan matahari menengah. Karena kecepatan edar dari pada matahari menengah adalah konstan maka waktu menengah juga konstan.

*. Duduk pengukur waktu adalah selisih PPW ( penunjukan di chronometer ) dengan GMT pada saat pencocokan melalui semboyan radio.
GMT   = PPW + duduk
Duduk = GMT – duduk.

*. Lalu adalah cepat atau lambat jalannya waktu untuk suatu waktu tertentu
Rumus lalu  =    a / 24    x langkah
Lalu bernilai ( - ) bila PPW lebih cepat
Lalu bernilai ( + ) bila PPW lebih lambat .
a = jumlah total jam, dalam selisih hari antara penilikan duduk terakhir dengan pengukur waktu ( PPW )

*. Langkah pengukur waktu adalah perubahan duduk , yang lebih lambat atau lebih cepat , setelah berjalan Beberapa waktu .
Duduk baru = duduk lama + langkah

*PROYEKSI BUMIAWI
Yang di maksud proyeksi bumiawi adalah titik potong dari garis yang menghubungkan titik tengah bumi dan titik tengah benda angkasa dengan permukaan bumi.
Gambar :                                    
          

*. GARIS TINGGI
Garis tinggi adalah sebagian dari pada lengkung tinggi .
Melukis garis tinggi di perlukan sebuah titik yg mendekati tempat duga pa lengkung tinggi kemudian di tarik tegak lurus thd azhimut ( garis baringan ).
*. Kegunaan garis tinggi
a. Satu garis tinggi
-          Sebagai tempat kedudukan kapal ( LOP = line of position ).
-          Memeriksa pergeseran kapal dari haluan .
-          Memeriksa kecepatan kapal.
-          Mengikuti garis merkah ( leading lines ).
-          Menentukan haluan untuk menghindari bahaya.
-          Menentukan posisi kapal dengan peruman.
-          Menentukan posisi kapal dengan kombinasi baringan benda darat.
     
b. Perpotongan dua garis tinggi
Fungsi dua garis tinggi yang berpotongan adalah merupakan posisi kapal .
Cara melukis garis tinggi
-          dengan cara kontruksi pada peta.
-          Dengan cara kontruksi dengan mempergunakan kertas biasa.

*. AZIMUTH BENDA ANGKASA
Cara mencari nilai azimuth benda angkasa .
-          Dengan perhitungan trigonometri segitiga bola
-          Dengan pertolongan daftar azimuth.
-          Dengan pertolongan diagram azimuth.

*. Keadaan istimewa azimuth
1. T =   0o  Benda angkasa berembang atas diderajah, dimana kutub angkasa berada. Benda angkasa berembang bawah di atas cakrawala dimana kutub angkasa berada.
2. T =  90o  Benda angkasa berada di lingkaran vertical.
3. T = 180o Benda angkasa berembang atas diderajah, dimana katulistiwa angkasa berada.
4. T =   ~   Jika benda angkasa berada di zenith penilik dimana ℓ & z sama dan senama. Pada saat itu azimuth benda angkasa dapat dibaring pada segala arah. Jajar tinggi & lengkung tinggi berbentuk lingkaran kecil karena tinggi sejati benda angkasa sama / hampir sama dengan 90o